idarzh-CNenja

Perluasan Lahan Bandara, 253 Bidang Tanah Berstatus Sengketa

Runway Selatan Bandara Soekarno-Hatta. Fathir/deLadeni

 

deLadeni.com, Tigaraksa - Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang Tangerang menyatakan 253 bidang tanah di Desa Rawa Dan Rawa Burung, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang yang akan dibebaskan untuk pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta dalam status sengketa. "Sengketa kepemilikan, satu bidang tanah tapi ada beberapa pihak yang mengklaim," ujar Kepala BPN Kabupaten Tangerang Himsar, Rabu 13 Desember 2017.

BACA JUGA : Sesuaikan Jadwal Kereta Bandara dengan Skytrain, AP II Lakukan ini

Himsar menyebutkan ratusan bidang tanah itu berada di Desa Rawa Rengas 242 bidang dan 11 bidang di Rawa Burung akan dikonsuniyasikan ke Pengadilan Negeri Tangerang karena masuk dalam sengketa. "Tapi sebelumnya kami akan mengundang masing masing pihak untuk menyampaikan posisi masing masing."

Dengan adanya sengketa tersebut, kata Himsar status tanah dengan luas total 23 hektar itu adalah status quo.

Himsar memastikan sengketa tanah ini tidak mempengaruhi proses pembebasan lahan lainnya untuk kepentingan pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

BACA JUGA : Skytrain Beroperasi Penuh, Hanya Butuh 10 Menit untuk Keliling Bandara

Pembangunan runway ketiga  membutuhkan luas lahan yang cukup besar yakni mencapai 216 hektare. Dari kebutuhan lahan tersebut, AP II telah memiliki tanah seluas 42,85 hektare sehingga diperlukan pembebasan tanah seluas 173,19 hektare.

Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin memperkirakan  Runway ketiga dengan dimensi 3000 x 60 m2 ini  dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018 untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat mencapai 114 pergerakan per jam.

Menurut Awaluddin, penambahan runway ini juga merupakan salah satu langkah antisipasi untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang yang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai di atas 100 juta penumpang. "Adanyarunway ketiga  ini akan menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin kompetitif, dimana saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga telah dinobatkan sebagai bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik dan nomor 7 di dunia."

Saat ini dengan runway kesatu dan kedua, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat mengakomodir 72 pergerakan per jam dan tengah dalam proses menuju 86 pergerakan pesawat per jam.

BACA JUGA : Tempat Ini Menjadi Penghubung Kereta Bandara dan Skytrain Soekarno-Hatta

Melalui tiga runway, kata Awaluddin, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara tersibuk di Tanah Air akan mampu menambah jumlah rute dan penerbangan sehingga dapat lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata Indonesia.

 

GHAISAN FATHIR