idarzh-CNenja

Bus Angkutan Khusus dari Hotel dan Mal ke Bandara Atasi Macet Kota Tangerang

Wali Kota Tangrang Arief Rachadiono Wismansyah menghadiri pengoperasian angkutan khusus Jakarta Airport (JA) Connexion yang diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta., FOTO: ACI/deLadeni

 

deLadeni.com, Tangerang - Wali Kota Tangeang Arief Rachadiono Wismansyah  mengapresiasi hadirnya angkutan khusus Jakarta Airport (JA) Connexion  yang telah diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Selasa, 30 Mei 2017 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

 

Angkutan khusus  menuju Bandara Soekarno-Hatta dari mal dan hotel diberbagai kota sepeti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ini dinilai sangat membantu usaha Pemerintah Kota Tangerang dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

 

"Ini sebuah terobosan dan pengembangan dari sisi transportasi. Masyarakat diberikan pilihan akses transportasi menuju bandara. Dengan begitu dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang dapat minimalisir kemacetan,"kata  Arief Rabu, 31 Mei 2017

 

Baca Juga

Arief mengatakan Pemkot terbantu dengan inovasi-inovasi Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam mengembangkan sistem transportasi.
 

Menteri Budi mengatakan pelayanan angkutan khusus ini  untuk mendorong penggunaan angkutan umum di wilayah Jabodetabek, mengingat jumlah pergerakan penduduk setiap waktunya terus bertambah. 

Budi mengatakan pada 2017, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta termasuk terminal 3 diperkirakan mencapai angka 75 juta per tahun. Sedangkan, jumlah penumpang yang dilayani oleh angkutan umum bus reguler baru mencapai 7,5 juta penumpang per tahun.
 
"Berarti masih banyak penumpang yang dilayani oleh mayoritas kendaraan pribadi termasuk pelayanan dari dan ke hotel di sekitar Jabodetabek menuju bandara,"ujar Budi.

 

Budi melanjutkan, meskipun saat ini telah tersedia taksi di Bandara, namun tarifnya  masih relatif tinggi. Adapun harapan masyarakat adanya pelayanan yang baik dan tarif yang murah. "Untuk memenuhi harapan tersebut, maka pelayanan angkutan massal sangat diperlukan,” kata Budi.

 

KAFKA BAGASKARA