idarzh-CNenja

5 Hal Hasil Pertemuan KPAI dan Bupati Tangerang Terkait 41 Korban Sodomi

Pertemuan KPAI dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar terkait sodomi anak dg 41 korban. FOTO: CiA /deLadeni

 

deLadeni.com, Tigaraksa - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto didampingi oleh Komisioner Bidang ABH Putu Elvina, baru-baru ini bertemu Bupati Tangerang  Ahmed Zaki Iskandar dan para Kepala Dinas OPD, pejabat setempat dan lembaga peduli anak, dalam rangka membahas penanganan korban Wawan Sutiadin alias Udin  alias Babeh, 49 tahun.

Menurut Ketua KPAI Susanto hal ini bagiab dari upaya pencegahan, "agar kasus kejahatan seksual terhadap anak tak berulang," kata Susanto, Kamis, 11 Januari 2018. 

Adapun point hasil pertemuan tersebut sebagai berikut; 

1. Bupati menyambut baik atas masukan KPAI baik terkait penanganan anak-anak  korban WS maupun upaya pencegahan yang perlu segera dilakukan. Terkait rehabilitasi korban, saat ini upaya rehabilitasi korban terus berlangsung. 

2. Mengingat modus pelaku menjadikan anak selain sebagai obyek seksual juga sebagai "pencari" rekan anak lain utk dijadikan korban maka, kemungkinan potensi korban lain masih ada, sehingga KPAI menyampaikan kepada bupati dan pejabat terkait pentingnya pemetaan titik-titik rawan korban di area/komunitas korban yang saat ini sdh teridentifikasi. Jika ada korban lain, sesegera mungkin dapat diidentifkasi dan mendapatkan intervensi.  Dikhawatirkan jika tidak mendapatkan rehabilitasi, bisa menimbulkan efek domino jangka panjang di kemudian hari.

3. Pentingnya penguatan pengasuhan positif bagi orangtua korban dan warga di lingkungan korban agar kerentanan kejahatan seksual terhadap anak dapat dicegah. Terkait penanganan korban, orangtua juga perlu dijelaskan akan pentingnya rehab bagi anak korban secara tuntas sesuai kebutuhan masing-masing korban. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

4. Memastikan korban dapat belajar dengan baik dan steril dari bully di lingkungan sekolahnya masing-masing. Termasuk pentingnya merahasiakan anak-anak sebagai korban agar tidak menimbulkan stigmatisasi bagi yang bersangkutan. 

5. Pemda Tangerang perlu melakukan inovasi kebijakan termasuk inovasi model program ramah anak. Hal ini bisa menjadi benteng terdepan, agar kerentanan anak menjadi korban dapat dicegah sejak dini. Model program kelurahan dan desa ramah anak merupakan salah satu yang direkomendasikan KPAI, agar pembudayaan perlindungan anak tumbuh dengan baik di masyarakat. 

BACA JUGA : 

Demikian, semoga upaya penanganan korban secara komprehensif terlaksana dengan baik dan upaya pencegahan bisa diinovasikan berbasis potensi lokal. 

 

BUDI R MUDJO