idarzh-CNenja

10 Kali Kota Tangerang Dapat WTP

WTP
Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah menerima plakat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 dari Badan Pemeriksa Keuangan RI di Provinsi Banten, FOTO: ACI/deladeni:

 

deLadeni.com, Serang- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk kesepuluh kalinya menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kantor Perwakilan Provinsi Banten. WTP diumumkan pada Rabu, 31 Mei 2017.

Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Banten, Thomas Ipoeng Andjar Wasita  menyampaikan  ada tujuh kabupaten/kota penerima opini WTP yakni Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan,  Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang,  Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang.  

“Pemeriksaan atas laporan keuangan telah dilakukan selama dua bulan. Kami mengimbau, kepada pemda peraih WTP agar mempertahankan opini tersebut, yang belum dapat menyusun rencana aksi yang terukur untuk menyelesaikan permasalahan belum didapatnya WTP,”kata Thomas.

WTP adalah opini atau  pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran atas laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yaitu kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian intern. 

 

penerimaan WTP
                                                   Penerimaan WTP, FOTO:ACI/deladeni

 

Menurut catatan BPK, pada tahun 2016, BPK tidak menemukan permasalahan yang berdampak terhadap  laporan keuangan Pemkot Tangerang sehingga kota seribu industri dan sejuta jasa ini, layak dianugerahi kembali opini WTP untuk yang kesepuluh kali berturut-turut.

Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah berbahagia menerima WTP ke-10 itu. Arief  menuturkan, setiap capaian prestasi tentu harus semakin meningkatkan semangat dalam bekerja dan melayani masyarakat Kota Tangerang.

“Kami akan terus memperkuat sistem akuntabilitas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, di mana setiap sistem atau perangkat pendukung laporan keuangan saling terintegrasi satu sama lain. 

BACA JUGA: 

"Kami akan terus mengembangkan sistem keuangan daerah. Mulai dari Sistem Informasi Pembangunan Daerah, Sistem Informasi, Evaluasi dan Pelaporan Sievlap serta Sistem Akuntansi Akrual (Spektra),”kata Arief.

Sekretaris Daerah, Dadi Budaeri juga mengatakan bahwa capaian WTP ini bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah yang diberikan masyarakat melalui anggaran yang ada dalam APBD.

Adapun upaya yang akan terus kami tingkatkan yaitu terkait efektivitas sistem pengendalian internal. "Struktur Inspektorat, para verifikatur di organisasi perangkat daerah (OPD), akan kami perkuat agar semakin rapi dalam pelaporan keuangan daerah,"ujar Dadi.

 

 KAFKA BAGASKARA