idarzh-CNenja

77 Orang Ikuti Gowes Nasional Trek Parangtritis-Prambanan Bareng Bike Colony all Indonesia

Gowes nasional ke- 3 diselenggarakan Bike Colony all Indonesia di Yogyakarta, FOTO: istimewa/deLadeni

 

deLadeni.com, Yogyakarta - Bike Colony all Indonesia menyelenggarakan gowes nasional dengan trip menawan  melewati trek 70 kilometer Yogyakarta-Parangtritis dan trek kedua sepanjang 36 kilometer Yogyakarta-Prambanan. Dua etape ini berlangsung pada Sabtu, 24  dan Ahad, 25 November 2018.

Ketua Panitia Harry Aprianto mengatakan gowes nasional ke-3  di Yogyakarta ini diikuti sebanyak 77  pesepeda. Mereka  dari berbagai kalangan profesi dan datang  dari berbagai kota seperti Tangerang, Jakarta, Medan dan Surabaya.

BACA JUGA : BPN Kabupaten Tangerang Dituding Tak Layani Permohonan Sertifikasi Lahan

"Kegiatan ini sebagai ajang silaturahim antar sesama anggota, mempererat persaudaraan  dan penyegaran organisasi," kata Harry di Yogyakarta.

​ Gowes nasional ke- 3 diselenggarakan Bike Colony all Indonesia di Yogyakarta, FOTO: istimewa/deLadeni ​

Harry berharap kegiatan gowes sepeda ini terus bergulir ke kota-kota lainnya . Dia menyebut gowes nasional ini sudah ketiga kalinya diselenggarakan dengan trek berbeda.

Sebelumnya sensasi keindahan Gunung Bromo Jawa Timur menjadi arena gowes pertama kelompok pecinta sepeda ini.

BACA JUGA : HUT 56 Pramuka, Rudi Maesyal Raih Lencana Darma Bakti

Lalu gowes nasional kedua dilakukan di Kepulauan Bangka- Belitung. Dan kali ini di Yogyakarta dilengkapi dengan City Tour ke sejumlah destinasi wisata sejarah.

Seorang peserta gowes nasional ke-3 trip Yogyakarta, Hendra dari Tangerang mengungkapkan kegembiraan bisa turut serta dalam acara gowes nasional ini.

"Berolahraga sambil berwisata membuat hati senang  riang gembira,'' kata Hendra terkekeh.

BACA JUGA : Ribuan Kilo Jarak  Palembang-Tangerang, Bersepeda  Okta dan Rizal  ingin Bertemu Ibu

Hendra menuturkan selain  acaranya bagus,  gowes nasional yang diselenggarakan Bike Colony all Indonesia ini,  para  peserta bisa olah raga sekaligus menambah wawasan  tentang daerah yang dikunjungi.

"Nilai  plus bagi saya,  menambah jaringan dan juga bisa sambil melihat-lihat  perkembangan suatu wilayah, baik  infra struktur jalan,  pengelolaan wisata dan budaya," kata Hendra yang mengoleksi sepeda gunung lebih dari lima buah ini.

 

BIDI R