idarzh-CNenja

Bukan Faktor Ekonomi Penyebab Warga Kabupaten Tangerang BAB Sembarangan, Ternyata...

Kakus buatan di pinggir Kali masih menjadi kebiasaan warga Sepatan BAB sembarangan. FATHIR/deLadeni
Kakus buatan di pinggir Kali masih menjadi kebiasaan warga Sepatan BAB sembarangan. FATHIR/deLadeni

 

deLadeni.comSepatan - Masih banyaknya warga Kabupaten Tangerang yang tidak memiliki toilet sehingga buang air besar sembarangan ternyata bukan karena faktor ekonomi. "Bukan masalah ekonomi, tapi lebih belum ada kemauan untuk mengubah kebiasaan itu ," ujar Kepala Cabang Pembantu Sepatan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (KSBMI) Muhammad Kurtubi, Saat ditemui di Sepatan akhir pekan lalu.

KSBMI adalah lembaga simpan pinjam yang melayani warga Sepatan untuk kredit toilet hingga pompa air dengan cara mencicil ringan dan waktu yang panjang. Beroperasi sejak 2015 lalu, Koperasi ini beranggotakan khusus warga yang ingin mempunyai toilet dan air bersih. "Untuk seluruh Kabupaten Tangerang anggota kami mencapai 6000 lebih," kata Kurtubi.

BACA JUGA : 23 Titik Macet di Jalan Nasional, Bupati: Tangerang Perlu Jalur Khusus

Adapun khusus untuk Sepatan, saat ini tercatat 4700 anggota. "Tapi meskipun anggota belum semuanya yang memiliki toilet," kata Kurtubi.

Hingga saat ini, kata dia, dari 4700 anggota di Sepatan, sekitar 1000 orang yang belum mempunyai toilet. "Banyak hal yang membuat mereka sampai saat ini belum memiliki toilet, dari belum bisa mengubah kebiasaan, pola pikir dan belum ada niat untuk berubah," katanya.

Kalau soal ekonomi, menurut Kurtubi, sebagian besar warga Sepatan memiliki rumah yang layak dengan bangunan permanen. Tapi kebanyakan rumah itu tidak ada toilet. "Mereka lebih suka BAB di kebun atau di Kali."

Petugas lapangan Koperasi Syariah, kata Kurtubi, butuh waktu yang panjang untuk mengajak warga agar memiliki toilet dengan cara mencicil. "Pendekatannya khusus, agar benar benar masuk," katanya. Untuk di Sepatan ditargetkan 300 rumah memiliki toilet. 

BACA JUGA : Tak Punya Toilet, Banyak Warga Kabupaten Tangerang BAB Sembarangan

Menurut Kurtubi, kehadiran KSBMI di Kabupaten Tangerang memang dilatarbelakangi oleh masih tingginya warga yang BAB sembarangan. "Kami peduli kesehatan dan memberikan pembiayaan yang ringan," katanya.

Menurut Kurtubi, untuk menjadi anggota koperasi ini warga hanya membayar Rp 25 ribu dan setelah menjadi anggota sudah bisa mengajukan kredit dengan tenor maksimal hingga 10 tahun. " Cicilan kami serahkan keanggota sesuai kemampuan mereka," katanya.

Adapun paket kredit bervariasi berkisar dari Rp 5 juta hingga Rp 12 juta. "Tergantung kebutuhan, ada paket kamar mandi, kakus dan cuci, ada pompa air, jetpum dan sumur satelit," kata Kurtubi.

BACA JUGA : Aetra Kampanyekan Cuci Tangan Pada Siswa SDN Cikupa I

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desriana Dinardianti mengakui kendala utama dalam program sanitasi di Kabupaten Tangerang adalah mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang lebih suka BAB di Kebun atau di Kali.

 

FATHIR MOHAMMAD