idarzh-CNenja

Cerita 'Monumen Toilet' di Kampung Kongsor Sepatan

Toilet umum di Sepatan yang tidak pernah digunakan sejak dibangun. Fathir/deLadeni

 

deLadeni.comSepatan - Bangunan toilet umum itu terlihat memprihatinkan. Berada di tengah kebun pisang dan rumput ilalang dengan kondisi bangunan yang sudah rusak. 

Cat biru tua yang menyelimuti bangunan empat pintu itu sudah memudar. Pintu kakus sudah hilang, jamur dan karat menutupi  lantai dan dinding keramik.  "Sejak dibangun lima tahun lalu, toilet itu tidak pernah digunakan," ujar Uum, 55 tahun, warga kampung Kongsor, RT 005 RW003 Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, akhir pekan lalu.

BACA JUGA : Aplikasi Si Cepot Permudah Cetak PBB Kabupaten Tangerang

Menurut Uum, toilet umum satu satunya di kampung itu dibangun oleh tokoh masyarakat kampung itu yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif lima tahun lalu. "Awal dibangunnya sih bagus, tapi sayang gak ada airnya," kata Uum yang berjarak hanya lima meter dari bangunan toilet itu.

Sejak dibangun hingga rusak, menurut Uum, toilet umum itu tidak pernah digunakan. "Kami lebih suka buang air di Kali," kata Uum sambil menunjuk Kali yang berada di depan rumahnya. 

Madin 65 tahun, warga lainnya juga mengakui jika warga tidak suka dengan bangunan toilet tersebut. "Karena kami tidak biasa menggunakannya lebih enak di Kali saja," katanya. 

BACA JUGA : Tak Punya Toilet, Banyak Warga Kabupaten Tangerang BAB Sembarangan

Menurut Madin, puluhan kepala keluarga di RT 005 itu tidak punya toilet dirumah. Mereka selalu buang hajat di Kali depan rumah mereka. Mereka membuat bilik yang ditutupi terpal, seng dipinggir kali.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Tangerang Didin Samsudin mengatakan program sanitasi Kabupaten Tangerang sudah menyentuh seluruh desa di Kabupaten Tangerang. "Menurut kami ini sudah berjalan sesuai target," katanya.

BACA JUGA : Bukan Faktor Ekonomi Penyebab Warga Kabupaten Tangerang BAB Sembarangan, Ternyata...

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Desriana Dinardianti mengakui sebaran warga yang masih BAB sembarangan karena akses sanitasi masih dibawah 50 persen yaitu di Kecamatan Jambe, Jayanti, Kronjo, Rajeg dan Pakuhaji. Sementara untuk akses diatas 50 persen, kata Desriana, termasuk Sepatan dan Sepatan Timur. "Semua prioritas, saat ini akses sanitasi sudah  mencapai 271 desa dan kelurahan," katanya.

 

FATHIR MOHAMMAD