idarzh-CNenja

Gubernur Banten Turun Tangan Selesaikan Aset Kota dan Kabupaten Tangerang

Gubernur Banten Wahidin Halim turun tangan dalam pertemuan penyelesaian hibah aset-aset Pemkab Tangerang dan Pemkot Tangerang, foto: deLadeni

 

deLadeni.com, Tangerang -  Gubernur Banten Wahidin Halim akhirnya turun tangan menyelesaikan 'rebutan' aset-aset daerah duo bersaudara antara Kabupaten Tangerang sebagai saudara tua dan Kota Tangerang sebagai yang muda.

Wahidin mengatakan terkait penyelesaian aset antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang memang sudah menjadi cita-citanya sejak ia menjadi Wali Kota Tangerang dua periode silam.

"Kalau dulu tak selesai, saat ini  tugas saya sebagai gubernur harus hadir dan bersama-sama menyelesaikan hibah aset-aset Pemkab Tangerang yang berada di lokasi Kota Tangerang," kata Wahidin hari ini Rabu, 28 November 2018.

BACA JUGA : Bukan Faktor Ekonomi Penyebab Warga Kabupaten Tangerang BAB Sembarangan, Ternyata...

Harapan Wahidin dengan selesainya polemik aset ini pembangunan di lokasi-lokasi tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat.

Wahidin mengatakan pada Senin, 26 November 2018, ia memimpin rapat  terkait progres penyelesaian hibah aset-aset di wilayah Tangerang Raya itu.

Pada rapat yang berlangsung di Pusat Pemerintahanan Kota Tangerang itu dihadiri pula Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, pejabat Pemprov Banten dan perwakilan masing -masing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dalam pertemuan itu kata Wahidin Kabupaten Tangerang siap menyerahkan kepada Pemkot Tangerang sejumlah 56 bidang, dengan total luas tanah 154.464 meter persegi dan Bangunan 12.125 meter persegi.

BACA JUGA : Losbak Santri Terguling Tiga Tewas, Polisi: Sopir Hilang Kendali

Sedang Pemkot Tangerang juga siap menyerahkan 5 obyek yang tediri dari 26 bidang dengan total luas 436.852 meter persegi.

"Termasuk diantaranya juga penyelesaian Stadion Benteng Tangerang. Karena persoalan stadion sudah lama tidak menghasilkan penyelesaian antara pihak terkait," kata Wahidin.

Sekarang ini kata Wahidin langkah yang dilakukan Pemkab dan Pemkot Tangerang adalah menjalankan rekonsiliasi yang sudah dilaksanakan dan penyerahan aset milik antar pemerintah daerah seperti rumah sakit tidak mesti dikotak-kotakan soal kepemilikannya.

"Adanya rumah sakit di Tangerang jangan ditanyakan milik pemerintah daerah siapa. Begitu juga soal PDAM yang ada di Tangerang intinya buat pelayanan kepada masyarakat," kata Wahidin.

Penyerahan dari Pemkot salah satunya lahan di Jatiwaringin. Pada 2019 Pemkab Tangerang akan dipergunakan untuk TPA.

"Enam dari Pemkot Tangerang, sisanya 50 aset dari Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangerang termasuk Stadion Benteng yang resmi diserahkan," kata Bupati Zaki. 

Termasuk Alun-alun Zaki menyebutkan juga akan diserahkan dalam bentuk hibah sejumlah aset kantor Dinas Pertanian dan Disnaker yang memang berada di Kota Tangerang. 

Bupati Zaki menjelaskan untuk gedung pendopo dan bekas kantor Pemkab di Jalan A Yani sementara ini menurutnya belum termasuk yang diserahkan.

BACA JUGA : Aplikasi Si Cepot Permudah Cetak PBB Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menyebutkan, setelah meminta arahan gubernur pihaknya akan segera merevitalisasi aset yang diserahkan. Sebab menurutnya aset tersebut akan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Revitalisasi aset akan segera dilakukan supaya 2019 akan bisa digunakan. Seperti Stadion Benteng apakah masih layak digunakan atau tidak, pasalnya dari usia bangunan kan sudah lama," ujar Arief. 

Dan setelah kesepakatan melalui rapat rekonsiliasi ini akan di jadwal penyerahan aset serta akan diselesaikan dan disepakati pada minggu ke dua Desember 2018.

 

BAGASKARA