idarzh-CNenja

Tsunami Selat Sunda, Alumni Nebal 99 Salurkan Logistik ke Sumur

Suasana lokasi pasca tsunami Selat Sunda saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau di Pandeglang, foto: Istimewa

 

deLadeni.com, Balaraja - Alumni SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang yang dikenal dengan SMAN 1 Balaraja (Nebal) angkatan tahun 1999 menyalurkan bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda di   Kampung Gunung Pariuk, Desa Cigaronggong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Daerah itu merupakan lokasi terjauh mendekati Ujung Kulon  dan terisolisir. Penyaluran bantuan dilakukan hari ini Sabtu, 29 Desember 2018.

Ketua Ikatan Alumni Nebal '99 Eko Pridiyanto mengatakan dipilihnya lokasi Kampung Gunung Pariuk, Desa Cigaronggong karena daerah itu paling membutuhkan bantuan, sebab jaraknya yang tidak mudah dijangkau.

BACA JUGA : Kabupaten Tangerang Rayakan HUT ke-73, Bupati Galang Dana Tsunami Selat Sunda

"Kami berangkat dari Balaraja sekitar pukul 05.00 Sabtu  pagi. Butuh waktu delapan jam untuk sampai ke lokasi," kata Eko.

"Jarak lokasi dari kampung terdampak ke lokasi pengungsi sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor," kata Eko. 

Perjalanan yang cukup melelahkan itu, lanjut Eko, terasa lunas ketika mereka bisa mencapai lokasi. Dia pun mengatakan sangat perihatin menyaksikan reruntuhan bangunan bekas diterjang ombak besar tersebut. 

"Ada sekitar 600 kepala keluarga yang masih mengungsi. Mereka dari dua kampung, Kampung Panis dan Katapang. Siang mereka turun ke kampung, sore mereka naik lagi ke pengungsian yang letaknya di bebukitan," ujar Eko.

BACA JUGA : Tsunami Melanda Banten, Gubernur Wahidin Sebut 54 Meninggal

Tim Alumni Nebal '99 menyalurkan bantuan ke Sumur, kecamatan terisolir terdampak tsunami Selat Sunda, Foto; Istimewa

Eko mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari penanggung jawab posko di lokasi,  kebutuhan mendesak yang saat ini dibutuhkan oleh para korban bencana  diantaranya bumbu dapur, peralatan makan dan minum,  makanan, selimut, pakaian, serta obat-obatan.

"Di sini pengungsi kekurangan makanan, karena lokasinya yang terisolir. Baru beberapa saja yang mencapai lokasi ini, termasuk kami," kata Eko.  

Karena lokasi pengungsi kekurangan logistik, kata dia, bantuan yang mereka berikan langsung disambut dengan antusias. Bantuan itu diantaranya makanan ringan, mie instan, beras, obat-obatan, pakaian, dan uang tunai.

BACA JUGA : Jokowi Kunjungi Pengungsi Tsunami Selat Sunda

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman alumni yang telah ikut berdonasi, karena bantuan kita sangat dibutuhkan. Kami juga mengimbau bagi yang akan memberikan bantuan untuk datang ke lokasi ini, meski jarak tempuh dan medan yang harus dilalui lumayan berat," Eko menceritakan.

 

BAGASKARA