idarzh-CNenja

Antisipasi Unjukrasa Angkutan Umum, 271 Polisi dan Satpol PP Siaga di Tangerang

Apel siaga antisipasi unjukrasa diikuti polisi, Satpol PP, Dishub dan TNI di halaman tmur kantor wali kota, Rabu, 5 Juli 207/FOTO:ACI deladeni

 

deLadeni.com, Tangerang - Kepolisian resor Metropolitan Tangerang Kota menyiagakan 135 personel anggota polisi untuk siaga mengantisipasi aksi unjukrasa angkutan umum yang sedianya akan berlangsung hari ini, Rabu 5 Juli 2017. Bersama polisi, ada 100 anggota satuan polisi pamong praja, petugas Dinas Perhubungan dan 36 anggota TNI.

Mereka ber-271 personil menjaga delapan titik dengan setiap obyek terdiri sekitar 30 personel. Ke-8 titik yang saat ini dalam penjagaan itu adalah; Terminal Cimone, Ramayana Cimone, Bundaran Strada, Terminal Pasar Baru, perempatan Kantor Perumnas, Pos Lepisi dan Cibodas kecil.

Pada Rabu pagi pukul 08.15 WIB, apel kesiapan pengamanan unjukrasa dipimpin  Kepala bagian Operasional Polrestro Tangerang Ajun Komisrais Besar  Deddy Supriadi didampingi Kepala Satuan Intelkam Ajun Komisaris Besar Danu Wiyata dan Kapolsek Tangerang Komisaris Ewo.

Unjukrasa angkutan umum sedianya dimotori Ikatan Pengemudi Angkutan Umum (IPAU) dengan tujuan Pemerintah Kota Tangerang jalan Satria Sudirman Kelurahan Sukasari Kota Tangerang.

Kepala bagian Humas Polres Metropolitan Tangerang Kota Komisaris Triyani kepada deLadeni mengatakan situasi saat berlangsung normal. “Hingga saat ini belum terdapat adanya aksi mogok yang dilakukan oleh pengemudi angkot maupun ojek online. Sehingga masyarakat beraktivitas normal," kata Triyani.

Triyani mengatakan informasi unjukrasa  berawal dari sebaran selebaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hanya informasi hoax itu terlanjur viral di media sosial dan meresahkan masyarakat.

“Kami, Polri bersama TNI dan Pemkot Tangerang bersinergi  siaga sebagai antisipasi,” kata Triyani.

Seorang warga Cimone  bernama Suprapti mengatakan informasi hoax tentang demo angkot sangat mengganggu kenyamanan warga. “Kami takut, mau pergi ke kota (-Tangerang) takut dicegat orang tidak bertanggungjawab,” kata Suprapti yang memilih menunda  bepergian.

 

KAFKA BAGASKARA