idarzh-CNenja

Kawasan Tanpa Rokok Ciptakan Lingkungan Kota Tangerang Sehat

Kantor Pusat pemerintah Kota Tangerang merupakan kawasan tanpa rokok. FOTO: ACI/deLadeni

 

deLadeni.com, Tangerang - Penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di kantor-kantor pelayanan, tempat pelayanan kesehatan, sekolah, tempat ibadah, angkutan umum, tempat anak bermain di Kota Tangerang menjadikan lingkungan kota ini sehat.

Pemerintah Kota Tangerang tetap memberikan ruang khusus merokok di tempat umum  kepada perokok aktif. Sehingga tidak mengganggu masyarakat yang tidak merokok. 

Menurut Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, demi meningkatkan kesehatan dan membiasakan pola hidup sehat, maka Pemkot juga telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) KTR Nomor 5 tahun 2010 diperkuat dengan peraturan wali kota nomor 33 tahun 2011.

BACA JUGA : Blangko E-KTP Terbatas, Warga Dapat Suket

Dalam Perda itu memuat tentang  meningkatkan derajat kesehatan, pengetahuan, pemahaman, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat Kota Tangerang untuk senantiasa membiasakan hidup sehat.

“Ke depan, diharapkan masyarakat  semakin memiliki kesadaran tinggi  pentingnya menjaga kesehatan," kata Sachrudin.

Dengan  tidak merokok atau mengurangi budaya merokok di masyarakat, Sachrudin mengatakan akan turut meningkatkan taraf ekonomi. 

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima penghargaan dari Menkes Nila Moeloek sebagai pemerintah yang menerapkan kawasan tanpa rokok.
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima penghargaan dari Menkes Nila Moeloek sebagai pemerintah yang menerapkan kawasan tanpa rokok. FOTO: ACI/deLadeni

"Otomatis dengan tidak atau mengurangi merokok berkurang pula biaya  pengeluaran untuk merokok ataupun pembiayaan penanggulangan penyakit akibat rokok," ujar Sachrudin.

Komitmen Pemkot Tangerang dalam menerapkan KTR pun berbuah penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek.

BACA JUGA : Korean Airlines Segera Beroperasi di Terminal Internasional Soekarno-Hatta

Menurut Sachrudin capaian ini, menjadi motivasi bagi kami untuk terus menerapkan dan menegakkan Perda KTR demi peningkatan kesehatan dan membiasakan pola hidup sehat bagi masyarakat Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi  menambahkan, rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan, secara langsung maupun tidak langsung.

"Untuk itu, diperlukan upaya pengendalian dan perlindungan terhadap bahaya rokok bagi kesehatan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan," kata Liza.

BACA JUGA : Kejar Target 4 Juta Wisatawan Mancanegara, Angkasa Pura II Lakukan ini...

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kemenkes, menargetkan 50 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia dapat menerapkan KTR pada 2019.

Saat ini baru sekitar 250 kota/kabu­paten yang telah menerapkan KTR. Salah satunya Kota Tangerang.

 

KAFKA BAGASKARA