idarzh-CNenja

Air Berangsur Normal, Krisis Air Bersih di Kutabumi Mulai Teratasi

Antrian air bersih di Wilayah Kutabumi Kabupaten Tangerang karena aliran air PDAM mati selama tiga hari. Fathir/deLadeni

 

deLadeni.com, Kutabumi - Warga Kutabumi, Kabupaten Tangerang yang dalam tiga hari terakhir ini didera krisis air bersih, sejak Senin pagi ini, 17 Juli 2017, bisa bernafas lega karena air sudah mengalir. "Walaupun air mengalir masih kecil, tapi kalau ditampung cukup banyak, bisa memenuhi kebutuhan air bersih di rumah," ujar Warga Perumahan Kota Bumi Indah, Pasar Kemis, Susi Indra, 38 tahun.

BACA JUGA : Proyek Tol Jakarta-Cikampek II, Jalur Alternatif Disiapkan Menuju Bekasi

Menurut Susi, sejak Sabtu air bersih di perumahannya tidak mengalir dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga perumahan Pondok Makmur, Kutabumi juga mengaku masalah air bersih sudah teratasi. "Pagi ini urusan sekolah dan masuk kerja bisa berjalan lancar, karena air sudah mengalir," kata Ketua RT 04 Pondok Makmur Saiful Bahri.

Menurut Saiful, ratusan pelanggan PDAM TKR di perumahan itu sejak tadi malam sibuk menampung air. "Airnya memang masih kecil, tapi kalau ditampung semalaman, bak kamar mandi bisa penuh," katanya.

BACA JUGA : Proyek Tol Jakarta Cikampek II, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Antisipasi Lalu-lintas

Sebanyak 15 ribu pelanggan PDAM TKR yang berada di wilayah Kutabumi dan Pasar Kemis mengalami krisis air sejak Sabtu lalu. Hal ini disebabkan oleh Pecahnya pipa utama PDAM TKR yang tertanam di bunderan VTR ISI, Jalan Raya Kutabumi.

BACA JUGA :

 

GHAISAN FATHIR