idarzh-CNenja

Hindari Kecelakaan, Jasa Marga Peringatkan Kendaraan Melintas Tol Harus Prima

Pemadam Kebakaran Memadamkan Truk Tanki BBM yang Terbakar. Jojo/deLadeni
Pemadam Kebakaran Memadamkan Truk Tanki BBM yang Terbakar. Jojo/deLadeni

 

deLadeni.com, Jakarta - Pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) memperingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memperhatikan kendaraannya. Kendaraan yang masuk tol harus dalam kondisi prima.

Dengan kondisi kendaraan prima sehingga layak beroperasi. Diluar itu hal penting lain yang harus diperhatikan adalah menjaga jarak aman dan memperhatikan rambu lalu-lintas.

Peringatan tegas itu disampaikan Coorporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso menyusul kejadian kebakaran Truk Tangki Pertamina di Wilayah  Gerbang Tol (GT) Meruya Utama 1. Truk itu mengalami kebakaran pada lajur 1 pada sekitar 35 meter setelah GT Meruya.

BACA JUGA : Pertamax Tumpah, Tol Tangerang-Merak Macet Hingga 10 Kilometer

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 20 Juli 2017 pukul 23.30 terjadi di ruas anak usaha Jasa Marga, PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ). Menurut Heru kejadian itu bermula dari percikan api pada roda truk tangki.

"Petugas gerbang telah memperingatkan supir truk tangki, tapi nekad berjalan," kata Heru.

Sopir yang belakangan diketahui bernama Bohari Muslim itu tetap menjalankan truk. Api makin besar, baru sopir dan kernet truk menyelamatkan diri.

Petugas Layanan Jalan Tol (LJT) PT MLJ saat itu memberikan pertolongan pertama dengan memadamkan api menggunakan APAR, namun karena truk tangki tersebut berisi cairan mudah terbakar (BBM Pertamax 30.000 L), PT MLJ memutuskan untuk mendatangkan Pemadam Kebakaran.

BACA JUGA : Cegah Kebakaran  Terulang, Ini yang dilakukan Pengelola Bandara Soekarno-Hatta

Pada pukul 23.20 WIB, 13 Pemadam Kebakaran diturunkan untuk memadamkan api yang berjalan selama 20 menit, sehingga pada pukul 00.10 WIB kebakaran pada truk tangki tersebut berhasil dipadamkan. 

Seiring dengan proses pemadaman & evakuasi kendaraan terbakar, petugas GT Meruya Utama 1 juga menutup jalur Gerbang selama kurang kebih 180 menit untuk mengamankan pengguna jalan dan petugas operasional gerbang di sekitar area kebakaran dan proses evakuasi.

Kejadian ini mengakibatkan kerugian aset PT MLJ terbakar seperti kanopi selasar sepanjang 40 m dan area aspal yang terbakar seluas 100 meter persegi, mencapai Rp. 49 juta. Setelah proses evakuasi selesai, supir dan kernet truk tangki Pertamina diamankan oleh pihak Kepolisian.

BACA JUGA : Kebakaran di Bandara Soekarno Hatta Dipastikan Tidak Ganggu Layanan Penerbangan

 

BUDI R MUDJO