idarzh-CNenja

Tol Sedyatmo-Bandara Ditutup Enam Jam, Dampak Tronton Terbalik

Tronton bermuatan limestone 30 ton terbalik di jalur bawah Km 27 jalan Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta. FOTO: Istimewa/deLadeni
Tronton bermuatan limestone 30 ton terbalik di jalur bawah Km 27 jalan Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta. FOTO: Istimewa/deLadeni

 

deLadeni.comJakarta - Jalur bawah Km 27 Jalan Tol Prof. Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta pada Ahad, 23 Juli 2017 ditutup sementara karena insiden terjadi di jalan itu.

Penutupan itu dikarenakan kendaraan tronton bermuatan limeston sebanyak 30 ton terbalik dan menutupi badan jalan.

Akibat kejadian ini, jalur bawah Jalan Tol arah Bandara harus ditutup untuk evakuasi. Kondisi Tronton menutup seluruh lanur dan dialihkan ke jalur atas hingga pukul 09.40 WIB.

BACA JUGA : Hindari Kecelakaan, Jasa Marga Peringatkan Kendaraan Melintas Tol Harus Prima

Menurut Coorporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru, proses evakuasi memakan waktu hingga 6 jam dengan menggunakan Kendaraan Rescue khusus Kendaraan Berat (Komo) dan sekitar pukul 08.00 Tronton dapat diamankan di bahu jalan.

"Sejak pukul 09.40 WIB lokasi sudah bersih dari muatan limestone dan jalur bawah Jalan Tol arah Bandara dibuka kembali." kata Heru.

Tumpahan limestone menutup badan jalan sehingga ditutup enam jam. FOTO: Istimewa/deLadeni
Tumpahan limestone menutup badan jalan sehingga ditutup enam jam. FOTO: Istimewa/deLadeni

Heru mengatakan kronologi kejadian pada hari Ahad dini hari, 23 Juli pukul 01.30 WIB, pengguna jalan bernama Widayani Budiman, 34 tahun mengendarai kendaraan Freed dengan plat nomor B 1150 BRX menabrak kendaraan tronton bermuatan limestone 30 Ton.

BACA JUGA : Bangun Dua Pintu Tol ke Merak, Marga Mandalasakti Siapkan Dana Rp 150 Miliar

Akibat itu tronton terbalik dan seluruh muatan tumpah menutup jalur bawah Km 27 Jalan Tol Prof. Sedyatmo arah Bandara.

Jasa Marga sekali lagi, dengan tegas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memperhatikan kondisi diri sendiri dalam kondisi prima dan juga kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak operasi, selalu menjaga jarak aman serta memperhatikan rambu lalu lintas, sehingga kejadian seperti ini dapat dihindarkan.

 

BUDI R MUDJO