idarzh-CNenja
AETRA HUT TANGERANG

Menteri Yohana Minta Tersangka Sodomi 41 Anak di Tangerang Dihukum Berat

Gubuk di mana tersangka WS melakukan sodomi di Rajeg. Foto :CiA/ deLadeni

 

deLadeni.comJakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meminta agar aparat menghukum berat pelaku sodomi 41 anak di Tangerang, WS alias Babeh 47 tahun. "Saya meminta agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang berat  sesuai tindakan tersangka," ujar Yohana melalui keterangan tertulis Ahad 7 Januari 2018.

Menteri Yohana mengaku kecewa terhadap kasus sodomi yang dilakukan seorang guru terhadap anak - anak. Menurut Yohana, apa yang telah dilakukan oleh pelaku telah mengarah pada pelanggaran Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak." Dimana setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan 
dilakukan perbuatan cabul,"kata Yohana.

Jika tersangka terbukti bersalah, kata Yohana, maka tersangka akan dijerat  Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.'Dalam hal tindak pidana yang dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana.

BACA JUGA : 

Selain itu dalam pasal 82 juga disebutkan, dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana. Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud, pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas, rehabilitasi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik. 

 

GHAISAN FATHIR