idarzh-CNenja

Ini Pengakuan Pencuri Tali Pocong, agar Usaha Lancar

Tersangka Irpan di Mapolresta Tangerang Selatan. FOTO: CiA/ deLadeni

 

deLadeni.com, Ciputat - Kepolisian Resor Tangerang Selatan telah menangkap M. Irpan alias Petruk, 34 tahun pada Jum'at, 5 Januari 2018 lalu pukul 23.30.

Apa motif Irpan mencuri tali pocong almarhum Mohammad Suhendra alias Capu, 47 tahun. yang ternyata temannya sendiri itu?

Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Fadli Widiyanto mengatakan setelah penangkapan Team Vipers Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan dan Unit Reskrim Polsek Ciputat, tersangka kemudian diamankan di Mapolresta Tangsel.

"Petugas kami menangkap pelaku di Jalan Raya Pamulang, rupanya tersangka dan almarhum korban kenal dan merupakan teman," kata Fadli, Senin, 8 Januari 2018.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho mengatakan tersangka adalah Moh. Irpan, 34 tahun. Merupakan warga Ciputat.

Empat tali pocong dicuri dari kuburan Suhendra di Pemakaman Taman Abadi RT 002/RW 003, Ciputat, Tangerang Selatan.

Yurikho menjelaskan almarhum meninggal pada Kamis, 28 Desember 2017 pkl 10.00 Wib karena sakit. Kemungkinan setelah sehari dimakamkan, tali pocong itu dicuri.

Kasus pencurian tali pocong itu terungkap setelah Deni alias Apung, 35 tahun berziarah ke makam Suhendra, pada 29 Desember 2017. Dia  mendapati kuburan itu sudah dalam keadaan tergali.

"Dia melihat makam telah tergali dan tiga buah papan penutup almarhum yang berada di bagian kepala, tengah, dan kaki sudah terbuka," kata Yurikho.

Deni pun melapor kepada satpam Abdullah alias Acong yang kemudian meneruskan laporan kepada polisi.

Polisi menemukan fakta  Suhendra semasa hidupnya pernah berguru pada "orang pintar" alias dukun. Belum diketahui apakah pencurian tali pocong Suhendra dijadikan jimat bagi pencurinya. Yang jelas kata Yurikho pencurian tali pocong di Ciputat baru pertama kali terjadi.

Dia merupakan anak dari pegawai LIPI. Semasa hidup Suhendra pendiri dan aktif dalam perguruan silat Elang Perak.

Yurikho mengatakan pada hari Kamis, 28 Desember 2017, sekitar pukul 10.00, Irpan  mendengar bahwa temannya Suhendra meninggal.

"Tersangka timbul niat untuk menggali dan mengambil tali ikatan kain kafan atau tali pocong almarhum," kata Yurikho.

Selanjutnya pada malam harinya sekitar pukul 23.30, hari yang sama dimakamkannya almarhum Irpan menggali makam dengan patahan kayu rambutan yang tumbuh di kompleks pemakaman.

"Selama lebih kurang 3 jam, pelaku menggali makam dan melakukan pencurian 4 (empat) tali pocong," kata Yurikho.

Selesai menggali makam, Irpan menyimpan tali itu di kantong sweater yang dipakainya. Setelah itu meninggalkan makam dan istirahat selama 30 menit di gubuk tak jauh dari makam. Selanjutnya, pelaku pulang ke rumah neneknya untuk berganti pakaian dan menyimpan tali kafan itu.

Pelaku setelah ganti baju kemudian pulang dan menginap di rumah adiknya di jalan Palola/Cici Kamoung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Dan keesokan harinya, Jumat, 29 Desember 2017 pukul 09.00
pelaku pulang ke rumah neneknya di jalan Nurul Huda Pamulang.

"Motif mencuri tali pocong itu adalah jika bisa memiliki (tali pocong) maka usaha akan lancar. Karena tersangka merupakan sopir angkot maka berharap penumpang menjadi banyak," kata Yurikho.

Atas perbuatannya itu polisi menjerat tersangka dengan pasal
Pencurian dengan Pemberatan dan atau Pengrusakan Fasilitas Pemakaman sesuai dengam Pasal 363 KUHPidana dan atau Pasal 279 KUHPidana

BACA JUGA :

Polisi menyita barang bukti berupa;

  1. Sebuah Celana Jeans
  2. Baju Sweater
  3. Tangkai Kayu (untuk menggali makam) sepanjang 80 cm
  4. Tali Pocong / Tali Kafan (DPB)

 

BUDI R MUDJO