idarzh-CNenja
AETRA HUT TANGERANG

Mabes Polri Bongkar Pangkalan Penyuntikan Gas Ilegal Beromset 1,8 Miliar

Tersangka Frengki, 30 tahun pemilik pangkalan penyuntikan gas ilegal di Nerogtog Pinang Kota Tangerang diamankan Tim Dirtipideksus Mabes Polri, Jumat, 12 Januari 2018, FOTO: CIPTA ADI /deLadeni

 

deLadeni.com, Cipondoh - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri menggerebek pangkalan penyuntikan gas ilegal dari tabung gas melon ukuran 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 kilogram dan 50  kilogram. Penggerebegan dilakukan Kamis petang, 11 Januari 2018, pukul 15.00 di  Kavling DPR Blok C Kelurahan Nerogtog Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Dirtipideksus Mabes Polri Agung Setya ditemui di lokasi pangkalan penyuntikan gas ilegal, Jumat, 12 Januari 2018 mengatakan pangkalan penyuntikan gas ini sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir.

"Kamis sore kami gerebek, ada 60 pekerja yang sedang menyuntikkan gas. Mereka kabur lewat tangga melompat ke sawah," kata Agung di lokasi penyuntikan gas ilegal di Gang Ambon Kavling DPR Kelurahan Nerogtog.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, setiap hari di pangkalan gas ilegal ini memproduksi 1.000 tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram. Modusnya adalah menyelang gas dari tabung melon isi 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram.

"Dua ukuran tabung gas itu (12 kilo dan 50 kilo) yang didistribusikan ke masyarakat di Jabodetabek dan Banten," kata Setyo di lokasi tempat kejadian perkara.

Dari lokasi penyuntikan gas ilegal itu, polisi menyita sejumlah alat bukti berupa 4.200 tabung gas  3 kilogram, 396 tabung gas 12 kilogram dan 110 tabung gas 50 kilogram. 

Setyo menyebutkan satu orang bernama Frengki, 30 tahun sebagai tersangka. "Dia pemilik (-usaha) ilegal ini. F dijerat undang-undang perlindungan konsumen dan undang undang migas. Dengan ancaman penjara 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.​

BACA JUGA : 

​​​​​"Saya imbau bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas pengoplosan seperti ini berhenti. Jika kami temukan masih ada, maka kami akan jerat dengan pasal yang lebih berat. Akan kami cari pasal-pasal yang bisa menjerat ini lebih kuat, kita bisa kenakan pasal TPPU (tindak pidana pencucian uang," kata Setyo.

 

BUDI R MUDJO