idarzh-CNenja

Buntut Penganiayaan Petugas Pendata Pilkada, Polisi Kroscek ke KPUD Tangerang

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli menunjukkan barang bukti, kaos yang digunakan korban di Polresta Tangerang, Senin, 5 Februari 2018. Foto: Cipta Adi /deLadeni
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli menunjukkan barang bukti, kaos yang digunakan korban di Polresta Tangerang, Senin, 5 Februari 2018. Foto: Cipta Adi /deLadeni

 

deLadeni.com, Serpong - Kepolisian resor Tangerang Selatan melakukan penyidikan dugaan tindakan pidana penganiayaan yang menimpa Ketua RT Teguh Gunawan yang sedang menjalankan tugas Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kecamatan Curug.

Kepala satuan reserse kriminal Polres Tangsel Ajun Komisaris Alexander Yurikho menyatakan status korban sebagai PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) akan dilakukan cross check kepada Ketua KPUD Kabupaten Tangerang.

"Karena untuk menjadi dan melakukan pemutakhiran data pemilih yang menjadi tugas dan kewenangan PPDP adalah tidak sembarangan dimana pengangkatan PPDP memerlukan SK Ketua KPUD dan harus menjalani Pelatihan dan dibekali dengan Buku Petunjuk," kata Yurikho, Senin, 5 Februari 2018.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemiliham Gubernur dan Wakil Gubernur / Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 dan Surat KPU RI Nomor : 793 / PL.03.1-SD / 02 / KPU / XII / 2017 Tanggal 17 Desember 2018.

Aturan itu terkait pelaksanaan coklit PPDP untuk Pemilihan Serentak Tahun 2018 terkait syarat Pembentukan PPDP, Bimtek PPDP, Gerakan Coklit Serentak dan Buku Kerja Panduan PPDP .

Korban yang sehari-harinya adalah Ketua RT, melakukan pada malam hari tugas pencocokan dan penelitian (coklit) data kependudukan sebagai bagian pentahapan Pilkada Bupati / Wakil Bupati Kabupaten Tangerang di perumahan tersebut karena kebanyakan penghuni perumahan tersebut pada pagi - siang sampe sore tidak berada di kediaman -nya untuk Bekerja atau menjalankan profesinya.

Berdasarkan penyelidikan, korban dikenal oleh warga sekitar sebagai Ketua RT yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk membantu warga.

Korban adalah seorang Wiraswastawan yang cukup berhasil dan melaksanakan tugas Pemutakhiran data karena terpanggil untuk turut mensukseskan Proses Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang

"Penyidik Sat Reskrim Polres Tangsel akan melakukan Koordinasi dengan Panwaslu Kabupaten Tangerang dan Panwascam Curug untuk mengidentifikasi apakah ada kemungkinan pelanggaran terkait Penunjukan PPDP," kata Yurikho.

Kepolisian Resor Tangerang Selatan menahan Eko M.T. Sianipar, 48 tahun, warga Perumahan Taman Ubud Estate, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Yurikho menyebutkan, Eko telah melakukan penganiayaan terhadap Teguh Gunawan, 54 tahun. Korban dipukul hingga patah tulang hidungnya. "Korban merupakan petugas pemutakhiran data pilkada Kabupaten Tangerang yang sedang bertugas mendata," kata Yurikho, Sabtu, 3 Februari 2018.

Yurikho menuturkan kronologi penganiayaan itu berawal pada Jumat petang, 2 Februari 2018 pukul 17.30. Ketika itu korban mendatangi rumah Eko. Namun yang bersangkutan sedang tidak di rumah.

Korban yang juga selaku Ketua RT menyambangi warga lain, tetangga sebelah rumah Eko. "Sepeda motor korban terparkir di depan rumah tersangka. Pada saat itu, tersangka dan keluarganya pulang. Ketika hendak masuk garasi, mobilnya terhalang sepeda motor korban," ujar Yurikho.

Korban kemudian memindahkan sepeda motornya dan menghampiri tersangka untuk diajak ngobrol dan mendata pilkada. Namun, tersangka  emosi dan mengatakan dengan nada tinggi, "Nanti malam saja."

Teguh pun menjawab, "Jangan marah-marahlah, Pak."

BACA JUGA :

Tiba-tiba tersangka mendorong dada korban hingga terjatuh. Masih belum puas, dengan tangan kosong Eko memukuli Teguh hingga hidungnya patah. Penganiayaan itu dilerai oleh seorang tetangga bernama Robin. Namun karena mengalami pendarahan di bagian hidung, korban dilarikan ke Rumah Sakit Siloam.

Anak korban, Thalia Elita Gunawan, melaporkan peristiwa yang menimpa ayahnya ke Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan LP / 119 / K / II / 2018 / SPKT / Res Tangsel tertanggal 3 Februari 2018. "Kami sudah menahan tersangka. Dia dikenakan Pasal  351 KUH Pidana tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara," kata Yurikho.

 

BUDI R MUDJO