idarzh-CNenja

Nasib Industri Ritel, Anggota Komisi VI DPR: Pertumbuhan Ekonomi Bagus, tapi...

Ritel berbasis syariah dikelola masyarakat tumbuh subur. FOTO: CIPTA ADI/deLadeni

 

deLadeni.com, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengungkapkan persoalan banyaknya ritel yang tutup harus dilihat secara komprehensif. Menurut dia, tidak bisa mengatakan penyebab tutupnya sejumlah ritel ternama belakangan ini hanya dari satu atau dua sebab dan tanpa riset terlebih dahulu. 

BACA JUGA : Belanja Non Tunai Jadi Gaya Hidup

Sebelumnya, berkembang pembicaraan daya beli yang menurun hingga pengaruh perkembangan teknologi internet jadi faktor pendorong lesunya industri ritel di Indonesia. 

"Di Indonesia perlu dipelajari, kami lagi tunggu kajian pasti seperti apa. Dari sisi makro semuanya oke, tapi di bawah ada yang teriak sepi," kata Darmadi dalam diskusi mengenai industri ritel konvensional di Hotel Ibis, Jakarta Barat, Rabu, 1 November 2017.

BACA JUGA : Mal Ciputra Citra Raya, Pusat Belanja Terbaru di Tangerang Barat

Darmadi menjelaskan, ketika ritel seperti 7-Eleven dan Lotus tutup, malahan ritel lain seperti Ramayana mengalami pertumbuhan dengan membuka sejumlah gerai baru di beberapa tempat. Selain itu, dia juga menyebut laba PT Mitra Adiperkasa (MAP) yang membawahi beberapa usaha ritel justru labanya dua kali lipat. 

Menurut Darmadi, pihaknya bersama eksekutif atau pemerintah kini sedang mengkaji mengenai masalah industri ritel di Indonesia. Selama belum ada kajian dan hasil riset yang pasti, dia mengimbau semua pihak jangan menarik kesimpulan terlebih dahulu karena info yang disebarkan bisa saja keliru. 

BACA JUGA : 212 Mart, Mini Market Bermisi Sosial ini Hadir di Tangerang

"Kajiannya sedang berjalan, kami bersama kementerian terkait masih membahas hal ini untuk mencari solusi dan langkah apa yang bisa diambil untuk mengatasinya," tutur Darmadi. 

 

KALVIN KHALID I ACI