idarzh-CNenja

Ritel Modern Banyak Tutup, Asosiasi: Jangan Panik

Ritel berbasis syariah bermunculan di Indonesia diantaranya 212 Mart di Tangerang. FOTO: CIPTA ADI/deLadeni
Ritel berbasis syariah bermunculan di Indonesia diantaranya 212 Mart di Tangerang. FOTO: CIPTA ADI/deLadeni

 

deLadeni.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia mengimbau para pengusaha pemasok atau distributor untuk tidak panik melihat banyaknya ritel modern yang tutup belakangan ini. Sejumlah pengusaha ritel menutup gerainya karena dinilai merugi, dilihat dari turunnya daya beli masyarakat serta kehadiran sistem belanja online yang dianggap sebagai satu dari sekian faktor.

BACA JUGA : Bisnis Ritel Enggak Ada Matinya!

"Kalau satu gugur, kami suplai (barang) ke tempat lain. Mau pakai online, Go-Jek, kami enggak peduli. Itu urusan konsumen, yang penting barang jalan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia Susanto dalam diskusi mengenai industri ritel konvensional di Hotel Ibis, Jakarta Barat, Rabu, 1 November 2017.

Susanto menjelaskan, para pengusaha pemasok atau distributor harus pintar-pintar beradaptasi dengan kondisi terkini, di mana perusahaan sejumlah ritel ternama memutuskan untuk tutup. Jika para pemasok tetap bekerja dan mencari cara, Susanto menjamin tidak akan ada kendala dalam penjualan barang-barang dagangan di lapangan.  

BACA JUGA : Nasib Industri Ritel, Anggota Komisi VI DPR: Pertumbuhan Ekonomi Bagus, tapi...

"Pemasok jangan pernah panik, jangan pernah patah hati, dan tetap berbisnis," tutur dia.

Mengenai banyaknya ritel yang tutup, sebagai salah satu pelaku usaha, Susanto memandang masyarakat kini semakin pandai menabung dan punya kebiasaan berhemat. Dia meminta pemerintah untuk memerhatikan hal tersebut, sekaligus mengambil langkah agar ada kemudahan-kemudahan bagi pengusaha yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, termasuk solusi soal daya beli masyarakat yang menurun.

BACA JUGA : Pemerintah Kembangkan Konsep Kemitraan, Peritel Modern Pasok Pedagang Tradisional

 

KHALVIN KHALID I ACI