idarzh-CNenja

Garang Asem yang Nyuss di Wong Kudus

Wong Kudus rumah makan dengan ornamen bola-bola gantung, karena pemiliknya penyuka sepakbola
Wong Kudus rumah makan dengan ornamen bola-bola gantung, karena pemiliknya penyuka sepakbola, FOTO: AURORA/deLadeni

 

deLadeni.com, Cikokol - Beragam sajian terbuat dari daging ayam, tapi sekali waktu cobalah cicipi garang asem.  Garang asem adalah olahan khas Jawa Tengah terbuat dari  daging ayam yang tulangnya dibiarkan menempel bisa dada atau paha. Bumbunya rempah dengan kuah bening disertai belimbing wuluh dan cabai. Cara masaknya pun unik dibungkus dengan daun pisang dan dikukus, aroma kuat  rempah dan wangi bawang putih ini menyeruak saat daun dibuka dan siap santap.

“Rasanya nyuss,  ini pas disantap dalam cuaca apapun,”kata Iin Wahyuni ditemui deLadeni, akhir pekan Mei 2017 saat santap malam di Soto Wong Kudus Cikokol Kota Tangerang.

Di Soto Wong Kudus, tak hanya garang asem sajian andalan adalah soto Kudus. Semangkuk kecil soto berisi suwiran daging ayam yang lembut dan empuk plus toge dengan taburan daun bawang dan bawang merah goreng yang mengembang di atas kuah soto bening cukup untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.

Hangatnya kuah beraroma rempah terasa masuk kerongkongan, kalau mau sedikit menggigit ya tambah dengan sambal cabe rawit merah. Soto makin gayeng kalau disantap dengan paru goreng atau telur puyuh serta  kerupuk kulit atawa rambak. Untuk menemani minuman yang pas es kelapa atau es goyobod.

es goyobod
es goyobod, favorit di Soto Wong Kudus, Aurora/deLadeni

 

Rumah makan  Wong Kudus ini saban hari tak pernah sepi pengunjung. Halaman parkir pun penuh dengan mobil-mobil, biasanya pejabat Pemerintah Kota Tangerang yang tak pernah absen makan siang di sini.

Tempatnya tidak terlalu mewah dan menterang. Joglo berukir yang dibawa si empunya rumah makan langsung dari Kudus, Jawa Tengah ini mampu membuat betah pengunjungnya. Jalal Jalil sengaja mengusung rumah khas Kudus sebagai ciri khas warungnya. 

"Konsepnya ramah, seperti rumah tinggal. Jadi yang makan di sini serasa makan di rumahlebih homy,"kata Jalal.

Pria bertubuh jangkung ini pun membuat tempat makan dengan bangku kayu dan lesehan di bale-bale serambi rumah makannya. Yang menarik ornamen bola-bola kecil dari plastik di gantung diseantero ruangan.

"Ini menandakan pemiliknya pecinta bola,"kata  pria yang berdinas di instansi pemerintah ini tertawa.

Terang saja di warung sotonya  Jalal Jalil memasang bola-bola plastik, juga sejumlah kliping profil tentang dirinya ditempel di dinding warung. Rupanya pesepakbola nasional era tahun 80-an ini setelah gantung sepatu lalu memulai usaha  membuka warung soto dengan niat awal mengumpulkan kawan. 

 

ALMAYRADINKA AURORA